Mungkin Sudah Sepantasnya rasa kwatir itu Muncul tak Seperti Biasanya.
Entah mungkin ini hidup yang ku pilih.
Entah mungkin saat inilah waktu yang tepat yang sebenarnya harus ku temui.
Entah mungkin selama ini ku terlalu nyaman bersandar dalam pelukan yang kekuatannya akan habis dimakan waktu dan hilang tanpa kugenggam dengan kuat.
Dan saat ini apa yang kudapat.
Sesal amarah dan kecewapun tiada arti.
Apa lagi dan siapa lagi yang dapat kuandalkan.
Aku dengan kata-kataku
Aku dengan berusahanya.
Atau mereka dengan semangatnya.
Atau mereka dengan segala artinya.
Atau mereka dengan kuasanya.
Semua itu kini hanya Sempat ku andalkan yang saat ini bagiku tiada lebih hanyalah Saksi yang tak terlalu kuharapkan kembalinya kurindukan atau ku paksakan untuk dapat menerima tidaknya hasil akhirku.
Dan kini ku tak bisa menawar atau menukar Sekalipun ingin menghentikanya bagaimanapun hal yang satu ini dimana aku hanya manusia biasa dengan segala keterbatasan hingga mungkin balasan dikarenakan kemalasan mengubah kebiasaan.
Entah mungkin ini hidup yang ku pilih.
Entah mungkin saat inilah waktu yang tepat yang sebenarnya harus ku temui.
Entah mungkin selama ini ku terlalu nyaman bersandar dalam pelukan yang kekuatannya akan habis dimakan waktu dan hilang tanpa kugenggam dengan kuat.
Dan saat ini apa yang kudapat.
Sesal amarah dan kecewapun tiada arti.
Apa lagi dan siapa lagi yang dapat kuandalkan.
Aku dengan kata-kataku
Aku dengan berusahanya.
Atau mereka dengan semangatnya.
Atau mereka dengan segala artinya.
Atau mereka dengan kuasanya.
Semua itu kini hanya Sempat ku andalkan yang saat ini bagiku tiada lebih hanyalah Saksi yang tak terlalu kuharapkan kembalinya kurindukan atau ku paksakan untuk dapat menerima tidaknya hasil akhirku.
Dan kini ku tak bisa menawar atau menukar Sekalipun ingin menghentikanya bagaimanapun hal yang satu ini dimana aku hanya manusia biasa dengan segala keterbatasan hingga mungkin balasan dikarenakan kemalasan mengubah kebiasaan.






0 comments:
Post a Comment