Recent Posts

Friday, 25 September 2015

Indahnya Sesalku Itu

Mungkin kemarin lidah ini sengaja kubiarkan melisankan hal apapun yang menurutku itu harus dikatakan.
Meski dirasa seakan terbebas namun kenyataan seringkali melilit setiap gerakku.
Seiring itu pula bisikan dan raut wajah mulai membayang dengan segala kebencian dan tangisan.
Waktu ternyata lebih sempurna untuk menghapus hal yang kukatakan.
Waktu memang lebih nyata untuk menjawab setiap yang terlisankan.
Dan Dikarenakan juga aku dapat belajar.
Dari setiap yang tersirat sampai dengan yang sempat ku lisankan.
Namun seiring itu jua mataku telingaku lebih keras menampar alam sadarku.
Hingga ku mulai mengenal sesal yang sempat ku sebut bukti menyayangi.

0 comments:

Post a Comment